Hairstylist Selebriti Ini Rutin Potong Rambut Tunawisma Secara Gratis

ada banyak sebab untuk mark bustos untuk menikmati hari minggunya dengan istirahat ataupun berleha – leha. reputasinya sebagai seorang hairstylist selebriti dunia membuat hari – hari mark penuh dengan agenda kunjungan untuk memotong rambut kliennya. belum lagi banyak aktivitas di salon miliknya yang berada di kawasan elite chelsea di new york city, as.

Hairstylist Selebriti Ini Rutin Potong Rambut Tunawisma Secara Gratis

tetapi alih – alih istirahat, ia malah menelusuri jalan – jalan di new york city untuk menjajakan jasanya ke para tunawisma. lazimnya, klien wajib merogoh kocek sampai us$ 150 ataupun sekitar rp 2 jutaan untuk sekali potong. tetapi spesial untuk para tunawisma, laki – laki generasi filipina itu tidak membebankan pengeluaran sepeser juga alias free.

begitulah trik mark menggunakan keahliannya untuk beramal. ” memotong rambut mampu mengganti kehidupan seorang. tuhan memberikan 2 tangan, yang satu untuk berikan, satu lagi untuk menerima, ” ucap mark dalam sebuah wawancara di today show.

richie roberts merupakan salah seorang tunawisma yang beruntung memperoleh potong rambut free dari mark. laki – laki 53 tahun tersebut merupakan mantan pekerja kedokteran yang saat ini menetap di sebuah penampungan.

” oooh boy, aku merasa lebih baik dan belum pernah memandang diriku seperti ini! ” seru richie sehabis mark merapikan rambut dan jenggotnya.

kerasa sukacita juga menyelimuti perasaan neil thomas. neil bakal bersiap melaksanakan ekspedisi darat sepanjang 10 jam dengan bis untuk kembali ke kampung halamannya di toronto, kanada, saat mark menghampirinya.

2 tahun kemudian, ia datang ke new york city untuk mengadu nasib. tetapi hasilnya nihil sampai – sampai memaksanya hidup di jalanan new york. nyatanya, ia belum pernah memotong rambutnya lagi semenjak pindah ke kota berjulukan big apple tersebut. ” potongan rambut pastinya berikan pergantian pada dunia ini, ” kata neil.

misi mulia mark bermula saat ia kembali ke kampung halamannya pada 2013 silam. di sana, laki – laki bertato ini menyewa satu bangku di sebuah barbershop tempat bapaknya dahulu bekerja sebagai pemangkas rambut. bangku itu kemudian ia manfaatkan untuk memotong rambut kanak – kanak setempat sepanjang seharian penuh secara free.

saat kembali ke new york city, hairstylist langganan marc jacobs dan norah jones ini juga termotivasi untuk melaksanakan perihal serupa . lalu, ia langsung berangkat ke tiap sudut jalur kotanya untuk mencari para tunawisma yang membutuhkan jasa pangkas rambut. dalam satu hari, ia dapat memangkas rambut 10 tunawisma.

” ingin itu di jalur ataupun salon, aku kerasa kita bersama ketahui gimana leganya perasaan sehabis memandang rambut kita baru, ” kata mark.

lazimnya, mark beraksi di bangku halaman. bila tak memiliki bangku, ia memakai krat susu ataupun membalikkan keranjang belanjaan sebagai dudukan kliennya. ia memilah tempat – tempat terbuka supaya semua orang yang memandang dan termotivasi untuk berbuat baik kepada sesama.

tidak hanya kerasa sukacita dan kepuasaan tertentu, aksi mark rupanya juga berikan harapan untuk para tunawisma untuk melanjutkan hidup dan terus mengejar impiannya.

ia teringat respon seorang tunawisa yang Model Rambut Pria sempat putus asa karna tidak kunjung memperoleh pekerjaan. ” punya data lowongan kerja? aku siap untuk mencari pekerjaan, ” ucap mark menirukan perkataan laki – laki tersebut.

aksi mulia mark tersebut tidak sebatas di new york city saja. ia juga sempat melaksanakannya di Cina, costa rica dan jamaika.

” tidak hirau kamu berada di mana, semua orang tentu mampu mengapresiasi potongan rambut dan mereka punya cerita tertentu. seluruhnya berasal dari dalil kalau kita semua merupakan manusia, ” ungkap mark

Categories: Seni