PLN Tampik Bahwa Keadaan Keuangannya Babak Belur

PT PLN (Persero) menolak berita keadaan keuangannya sesi belur karena project pembangkit listrik 35. 000 mega watt. Bahkan juga, PLN mengklaim tidak mempunyai problem dalam pembayaran utang.

“Semuanya (utang) dibayar on time. Tidak ada (kecemasan), ” tutur Sirektur Keuangan PLN Sarwono Sudarto di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Sekarang ini, utang PLN telah menjangkau Rp 300 triliun. Sekitaran Rp 58 triliun dari utang itu yaitu menambahkan utang sepanjang tiga th. paling akhir.

Menurut Sarwono, PLN telah mempunyai projectsi tata kelola utang perusahaan sampai 30 th. ke depan.

Termasuk juga kapan saat jatuh temponya sampai kapan bunganya dikerjakan. Meskipun demikian kata dia, dana yang dipunyai PLN begitu besar.

Hal tersebut tercermin didalam angka investasi PLN yang naik Rp 150 triliun dalam tiga th. paling akhir. Disamping itu, tempat aset PLN telah menjangkau Rp 1. 300 triliun.

Mengenai equitas peruahaan menjangkau Rp 900 triliun, atau 3x lipat dari keseluruhan utang. “Semua (utang jatuh tempo th. ini) telah kami bayar nyaris Rp 10 triliun yang global bond, working capital, engga ada problem untuk kami, ” kata Suswono.

Dari bagian laba, PLN mengaku keadaan keuangan juga akan alami penurunan pada th. ini bersamaan tidak ada kenaikan tarif.

Walau begutu, ia mastikan efeknya akan tidak besar pada keuangan PLN. Pernyataan ini sekalian jawaban atas keresahan Menteri keuangan Sri Mulyani berkaitan resiko tidak berhasil bayar PLN di dalam beban project pembangunan pembangkit listrik 35. 000 mega watt.

Terlebih dulu, mengutip Kontan, dalam suratnya tertanggal 19 September 2017, Menkeu menyebutkan memerlukan penyesuaian tujuan program 35. 000 MW sebab PLN tidak dapat penuhi pendanaan investasi dari cashflow operasi.

Keadaan keuangan PLN selalu turun, bersamaan semakin besarnya keharusan untuk penuhi pembayaran pokok serta bunga utang yang tidak di dukung perkembangan kas bersih operasi.

Diluar itu, pendanaan internal PLN juga terbatas untuk lakukan investasi dalam rencana melakukan penugasan pemerintah. Harus, PLN mesti menggantungkan keinginan pada utang pihak beda. Semoga saja tidak dijual lagi ke pihak asing dan aseng.

Categories: Business