Resmi dibuka ! Festival Seni Budaya Melayu

Melayu budaya Festival seni (FSBM) XI di Malino, Kalimantan Barat (Kalbar) dibuka pada Senin malam (2016/10/17). Festival bawah Motto “Marwah menyambut Tuah dikonfirmasi” dibuka oleh Wakil Presiden Oesman Sapta Odang MPR RI. Pembukaan karnaval dimulai dengan peserta FSBM dalam tahap Kridasana. Setiap peserta karakteristik masing-masing Region sementara mengitari stadion Ribuan orang dikunjungi.

festival-melayu

OSO-Oesman Sapta Odang ucapan mengatakan: semua suku yang ada di Kalimantan Barat adalah keluarga. Dan Memakmurkan diperlukan Indonesia persatuan dan kesatuan dari berbagai suku. Dengan FSBM diharapkan untuk menumbuhkan lebih banyak dan lebih satuan dan terutama untuk orang Melayu di Kalimantan Barat. Memperhatikan dari budaya Melayu, yang menerima semua ras, oleh karena itu, membutuhkan bantuan untuk kebangkitan budaya. “Kemudian kita harus berjuang untuk Mulai dari kemakmuran Barat-Kalimantan. Dan ini adalah satu-satunya merangkul suku-suku di Kalimantan Barat, tidak bohong di antara kita,” kata Oso, dalam sambutannya pada upacara pembukaan untuk FSBM- XI. “OSO tidak menunjukkan akar paling baik.

Semua yang baik harus menyatukan semua untuk. Selain itu, dalam resiko pengaruh negatif Bangsa asing.” tidak ada pembagian antara suku-suku bersatu, bukan akar, yang ada semua yang besar dan Inggris, “katanya. Berbagai ancaman eksternal, upaya untuk Mendegeradasi budaya Indonesia, menggambarkan ESE, yaitu, Atas dasar pengaruh obat menyasar dari Generasi muda, perekonomian negara untuk merusak. Aspek ekonomi, untuk mengembalikan Oso, Indonesia “kebahagiaan” sebagai salah satu negara yang bisa lepas dari krisis ekonomi. Sementara semua ancaman untuk menangkis asing negatif, menekankan Oso, sekali lagi, pelaksanaan empat pilar Nation. Artinya, kata Oso, Pancasila, UUD 1945, SO, dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar bangsa, yang adalah untuk mempertahankan benteng terakhir, nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. “Kami tidak bisa Tanah Savage membawa obat hancur. Thats mengapa Melayu harus mendukung dan kebanggaan Bangsa,” Kalimantan Barat Sukadana, lahir dalam dirinya. FSBM 13 diikuti di tahun ini. Kabupaten / kota terdiri dari Sekadau, tentu saja,:, Pontianak, Ketapang, Landak, Sanggau, Kubu Raya dan Sintang, Mallawi, Kapuas Hulu, Sambas, Bengkayang. 2 harus, namun karena kurangnya Kayong Utara fokus Karimata berlayar. Setiap kuota, konsekuensi dari kegiatan ini menunjukkan produk kuliner dan kerajinan Kausambi.

Diharapkan dengan Festival mampu mengangkat nama Daerah. “Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat ditingkatkan dengan penggunaan produk lokal. Selain itu, Festival pasti akan menang,” kata Imron, kontingen perwakilan dari Ketapang. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Kristi Andi Sanjaya, Bupati dan Walikota DPRD Kalimantan Se-Barat, raja dan sultan di Kalimantan Barat, anggota DPR dari Abdullah Alkadri dan Ketua Majelis adat budaya Melayu (MABM) di Kalimantan Barat, serta pejabat setempat. FSBM dimasukkan ke dalam tahun ini dengan Perayaan 60. Anniversary dari pemerintah kota XV: dibarengi. FSBM tersedia untuk umum dan gratis, secara resmi dibuka dengan mortir, dan beat berlangsung dari 17.-22. Oktober 2016.

Categories: Seni