Tari Tradisional Khas Jawa

Indonesia adalah negara yang kaya seni, dari seni lukis, seni tari, seni ukir, dll Setiap pulau di Indonesia memiliki tarian Indonesia tersendiri, termasuk di pulau Jawa. Berikut adalah beberapa tari-tarian dapat ditemukan di java budaya Indonesia.

1. Jawa Barat

tari topeng (tari topeng) adalah salah satu tarian tradisional yang terkenal di daerah Jawa Barat. Secara historis, pertunjukan tari topeng dimulai di Cirebon pada abad ke-19 dan kemudian dikenal sebagai masker Bahakan. Pada tahun 1930 beberapa daerah di Jawa Barat seperti Sumedang, Bandung, Garut dan Tasikmalaya, dikunjungi oleh sekelompok tari topeng berbentuk wayang manusia dengan dalang bernama Koncer dan Wentar. Secara historis, ini adalah teori tari topeng pertama yang jawa barat, dan Priangan dinyatakan sebagai titik awal perkembangannya.

2. Jawa Tengah

Provinsi lain di Jawa yang terkenal dengan menari adalah Jawa Tengah. Salah satu menari terkenal di jawa tengah adalah Bedaya Ketawang. Bedaya Ketawang merupakan salah satu tarian berasal dari Solo dan Yogyakarta. menari ini ditarikan oleh 9 penari, termasuk ke dalam menari sakral, karena itu tidak dapat menari kapan saja.

Tarian ini hanya dilakukan setiap Jumenengan (perayaan pemerintahan raja setiap tahun) dan hari untuk berlatih itu harus di hari istimewa, yaitu di selasa kliwon (selasa berarti Selasa di Jawa, kliwon adalah hari pertama kalender Jawa, di samping legi, Pahing , pon dan upah, ulangi setiap 5 hari). Bedaya Ketawang adalah suatu tarian yang panjang. Diperlukan waktu sekitar 2 jam dari awal sampai akhir dari tarian jawa ini.

3. Jawa Timur

Jawa Timur juga memiliki terkenal menari. Salah satunya adalah reog ponorogo. Bergerak di reog ponorogo menggambarkan sikap manusia dalam perjalanan hidupnya, sejak lahir, hidup dan mati. Ada lima komponen di reog ponorogo menari: prabu Kelono Sewandono, patih bujangganong, jathil, warok dan pembarong.

Pembarong adalah penari dengan peran paling penting dalam menari. Dia adalah penari yang membawa dadak merak (singa-kepala berbentuk topeng dengan dekorasi merak di dalamnya, dengan ketinggian hingga 2 m dan berat 50 kg. Pembarong memakai celana panjang hitam dan kemeja kimplong (satu bahu kemeja) dan gigitan bagian kayu di dalam masker untuk mengangkat merak dadak. pembarong harus menjadi salah satu yang kuat, karena ia harus mengontrol dadak merak, dari menyentuh dadak merak ke lantai dan re-angkat lagi dalam posisi lurus.

Categories: Seni